Agu 12, 2024 | event
Depok, 7 Agustus 2024 – Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (HI FISIP UI) bekerja sama dengan Yonsei University Graduate School of International Studies (Yonsei GSIS) Korea, Ban Ki-Moon Foundation, dan SMA Islam Budi Cendekia (BCI) Depok, menyelenggarakan seminar tentang promosi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG No. 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Acara ini berlangsung di Aula SMA BCI Depok pada hari Rabu, 7 Agustus 2024, dari pukul 09.30 hingga 12.00 WIB. Sehari sebelum kegiatan sosialisasi, dilakukan rapat koordinasi secara tatap muka di Dekanat FISIP UI yang dihadiri Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, Dekan, dan Nurul Isnaeni, Ph.D., Wakil Dekan FISIP UI, panitia dari Departemen HI UI, Yonsei University, Ban Ki-moon Foundation, serta Perwakilan Guru SMA BCI.
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Kepala SMA BCI, Ibu Bayu Indah Susanti, yang dengan senang hati menerima rombongan dari Korea dan panitia penyelenggara dari HI FISIP UI. Beliau menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran siswa SMA mengenai isu SDGs, terutama masalah sampah makanan yang menjadi salah satu masalah lingkungan utama di Indonesia. Ketua Departemen HI FISIP UI, Asra Virgianita, Ph.D., menyampaikan pentingnya pembelajaran SDGs bagi siswa SMA sebagai calon pemimpin masa depan agar peduli terhadap lingkungan sambil menikmati proses kegiatan.
Dari pihak Korea, Prof. Tae Yong Jung dari Yonsei University dan Director Lee dari Ban Ki-Moon Foundation juga memberikan sambutannya. Mereka mengapresiasi antusiasme pihak sekolah dan siswa yang diharapkan dapat menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan program promosi SDG No. 12 melalui kegiatan seni budaya yang telah dilakukan oleh sekolah di Korea. Semua ini merupakan aksi sukarela dan inspirasi dari mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-Moon, yang juga merupakan promotor utama agenda SDGs 2030.

Program ini juga bertujuan menunjukkan pentingnya pencapaian SDGs untuk kesejahteraan global. Siswa SMA dapat berkontribusi dalam mewujudkan hal tersebut melalui aksi kampanye, pembuatan lagu, video, atau alat promosi lainnya yang kreatif dan bernuansa seni budaya. Acara ini dihadiri oleh perwakilan siswa dari masing-masing kelas X SMA BCI serta guru-guru, asosiasi orang tua siswa, dan pihak Yayasan Budi Cendekia..
Dalam kegiatan ini, Ahmad Hidayat, M.Sc., Dosen HI FISIP UI mempresentasikan materi terkait SDGs, termasuk 17 tujuan yang disepakati secara global sejak 2015. Fokus presentasi adalah SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), disertai foto dan video yang menarik perhatian siswa. Sesi ini berlangsung interaktif dengan siswa yang menyampaikan pendapat mereka dan diiringi penayangan video musik promosi SDGs yang dibuat oleh Gracia Paramitha, Ph.D., Dosen HI FISIP UI. Para siswa turut serta menyanyikan lagu SDGs beserta gerakannya dengan meriah.
Selain itu, siswa dari Daeje Middle School Korea turut berpartisipasi dengan memperkenalkan kampanye mereka tentang pengurangan limbah makanan melalui proyek paduan suara. Mereka berbagi pengalaman dan hasil karya mereka dalam mengimplementasikan SDG 12 di sekolah mereka.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara siswa SMA BCI dan para pembicara. Sesi ini sangat antusias dengan pertanyaan yang menggali lebih dalam terkait motivasi, inspirasi, proses, tantangan, dan catatan penting lainnya untuk mensukseskan aksi promosi SDGs melalui kegiatan seni dan budaya.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para siswa SMA BCI Depok dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai SDGs dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan yang aktif dalam mewujudkan dunia yang lebih baik.
Kegiatan hari ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan implementasi program pengarusutamaan SDGs bagi siswa SMA BCI dengan karya seni dan budaya berupa film festival yang akan dilakukan pada Oktober 2024. Diharapkan program ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi siswa-siswi serta berdampak positif terhadap lingkungan sekitar dan global di masa depan.
Jul 26, 2024 | event
On Tuesday, 23 July 2024, Universitas Indonesia hosted a momentous occasion, the “2024 Universitas Indonesia Degree Awarding Ceremony for International Students,” which brought together 53 graduates from various disciplines across the university. This special event, a highlight of the academic calendar, not only celebrated the accomplishments of these international graduates but also showcased Universitas Indonesia’s commitment to global education and cultural diversity.
The Department of International Relations is proud to be the only department to represent FISIP UI in the ceremony. The department was proudly represented by four international graduates from the master’s degree program. They are from Mexico, Madagaskar, Iran, and Timor Leste. They were congratulated for their degree by the secretary of the university, dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D. and the Dean of FISIP UI, Prof. Semiarto Aji Purwanto.
In the ceremony, the students were accompanied by the Head of Graduate Program, Broto Wardoyo Ph.D. Currently, the Graduate Program hosts another seven international students from diverse countries in Africa, Asia, and the Middle East. This number is expected to increase along with the Department of International Relations internationalisation goal. The department has been working on this goal through the ongoing international accreditation and the partnership on student mobility with international universities. In the future, the Department of International Relations will continue to broaden its international network by creating programs to establish more engagement with international institutions.
Beyond its celebratory nature, the ceremony served as a platform for Universitas Indonesia to strengthen its international partnerships and showcase its academic progress toward an internationally celebrated university. Distinguished guests including deans, vice deans, lecturers, as well as representatives from partner universities, embassies, and other academic institutions across Indonesia, attended, highlighting the university’s role in fostering global connections and collaborations.
For the Department of International Relations, the ceremony marked a significant milestone in their ongoing efforts to host and support international students, contributing to a vibrant and inclusive campus environment. It highlighted the department’s dedication to delivering world-class education and nurturing future global leaders.
In essence, the 2024 Universitas Indonesia Degree Awarding Ceremony for International Students not only celebrated academic excellence but also reinforced Universitas Indonesia’s position as a leading institution dedicated to fostering international understanding and academic excellence.
Jul 3, 2024 | event
Departemen Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), menyelesaikan kunjungan internasional dari 17-23 Juni 2024. Dipimpin oleh Asra Virgianita0 Ph.D., Ardhitya Eduard Yeremia Lalisang, Ph.D., dan Broto Wardoyo, Ph.D. delegasi mengunjungi dua universitas di Jepang: Ritsumeikan Asia-Pasifik University di Fukuoka, dan Ritsimeikan University di Osaka, serta dua universitias di China: Universitas Cina Hong Kong di Shenzhen dan Xiamen University di Xiamen.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik dan mempromosikan hubungan dengan universitas terkemuka di Jepang dan China. Diskusi di setiap lembaga berfokus pada potensi kemitraan penelitian, program pertukaran akademik, dan partisipasi dalam konferensi internasional. Delegasi secara aktif terlibat dengan anggota fakultas dan administrator untuk mengeksplorasi jalur untuk saling belajar dan kerjasama di bidang hubungan internasional.

Langkah penting selama kunjungan ini adalah penandatanganan perjanjian kolaborasi dengan Ritsumeikan Asia-Pacific University, Jepang dan Xiamen University, China. Dokumen-dokumen ini memperkuat komitmen untuk dukungan akademis bersama dan pertukaran, meletakkan dasar untuk kolaborasi masa depan dalam penelitian, pendidikan, dan pengembangan profesional.
Percakapan mengenai proyek kolaborasi masa depan antara Departemen Hubungan Internasional FISIP dan Asian-Japan Research Institute, Ritsumeikan University Japan juga merupakan langkah pertama yang penting dalam membentuk lingkungan penelitian internasional. Rencana serupa juga disampaikan dalam pertemuan antara departemen dan Sekolah Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas China Hong Kong untuk membangun kolaborasi penelitian khusus ilmu sosial.
Delegasi juga berpartisipasi dalam “Indonesia and the World Interdisciplinary, Interregional, and Intersectoral Conference” di Universitas Xiamen, di mana mereka menyajikan makalah penelitian dan terlibat dalam diskusi ilmiah tentang isu-isu global terkait. Konferensi ini memberikan platform untuk jaringan dengan para sarjana dari berbagai disiplin ilmu, mempromosikan pemahaman budaya dan sinergi akademik.
Kunjungan internasional menekankan komitmen Departemen Hubungan Internasional FISIP UI untuk memperluas jaringan global dan memajukan keunggulan akademik melalui kemitraan internasional. Departemen berharap untuk membangun kolaborasi ini untuk memperkaya peluang akademik dan memperdalam pemahaman dalam hubungan internasional.
Jun 13, 2024 | event
Depok, 30 Mei 2024 – Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (DHI FISIP UI) telah mengadakan seminar dengan judul “Mencari Titik Tengah Demokrasi: Antara Keamanan Nasional dan Kebebasan Sipil” pada tanggal 30 Mei 2024. Kesihatan ini berlangsung dari pukul 13.30 hingga 16.00 WIB di Auditorium Ilmu Komunikasi dan menghadirkan sejumlah pembicara untuk mendiskusikan bagaimana mencari keseimbangan kebutuhan aparat untuk menjaga keamanan nasional dan memastikan hak-hak kebebasan masyarakat tetap terpenuhi dalam isu penggunaan spyware di Indonesia.

Broto Wardoyo, Ph.D., pengajar di Departemen HI, selaku moderator, membuka diskusi dengan memberikan gambaran singkat tentang bagaimana isu spyware dalam konteks keamanan nasional dan kebebasan sipil menjadi semakin relevan di tengah masyarakat. Dari sudut pandang regulator, Dr. Sulistyo, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN RI, memaparkan tentang pentingnya perlindungan data sebagai isu nasional.
Selanjutnya, Brigjen. Pol. I Made Astawa, Wakil Kepala Densus 88 AT Polri menjelaskan bahwa penyadapan yang dilakukan oleh Densus 88 merupakan salah satu instrumen penting dalam penanggulangan terorisme dan menegaskan bahwa prinsip utama dalam pelaksanaan penyadapan adalah menghormati hak-hak masyarakat sementara menjaga keamanan nasional. Dari sudut pandang jurnalis, Herik Kurniawan, Pemimpin Redaksi GTV sekaligus Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), memaparkan peran media sebagai pilar keempat demokrasi dengan tantangan menghadapi regulasi yang membatasi pergerakan jurnalis. Mabda Haerunnisa Fajrilla Sidiq, peneliti di The Habibie Center, membahas visibilitas penggunaan siber sebagai alat surveillance dari perspektif keamanan siber.

Dr. A. J. Simon Runturambi, Ketua Program Studi Kajian Ketahanan Nasional SKSG UI, menggarisbawahi pentingnya reformasi intelijen untuk mengakomodasi kebebasan sipil tanpa mengganggu kewenangan institusi yang bertugas dalam menjaga keamanan nasional. Ali Abdullah Wibisono, Ph.D., pengajar Keamanan Internasional Departemen HI FISIP UI, menutup sesi dengan membahas secara mendalam landscape keamanan siber di Indonesia yang dipengaruhi oleh kondisi unfinished nation building dan pentingnya menjawab pertanyaan fundamental: “Keamanan untuk siapa?” dan “Keamanan untuk apa?” –
Download Notulensi
Jun 5, 2024 | event
Depok, June 5, 2024 – The Department of International Relations at Universitas Indonesia recently hosted a mini workshop aimed at guiding students through the process of pursuing graduate studies, particularly PhD programs, in the United States. The workshop was presented by Dr. Christian C. Lentz, a distinguished academic with extensive experience in American higher education both as a former graduate student and a current member of an admissions team.
Dr. Lentz’s workshop was designed to provide aspiring PhD candidates with valuable insights and practical advice, drawing from his firsthand experiences. The session began by addressing the fundamental question: Why pursue a PhD in the US? Participants explored the numerous advantages, such as high-quality education, enhanced career opportunities, the chance for in-depth study, and the ability to conduct original research. The discussion also covered potential challenges, including the long duration of study (5-7 years), the demands of English-language instruction, and the highly competitive nature of these programs.
A significant portion of the workshop focused on the initial steps necessary to embark on this journey. Dr. Lentz emphasized the importance of identifying academic interests and long-term goals, selecting the appropriate research methodology (quantitative, qualitative, or mixed-methods), and choosing the right discipline and theoretical framework. He highlighted the critical role of mentorship and provided detailed information on available resources, such as scholarships, Teaching Assistantships (TAships), and grants that support international students.
Choosing the right PhD program is a crucial step, and Dr. Lentz guided participants through the decision-making process. Students learned how to evaluate universities and departments based on their prestige, available resources, and specific program offerings. The session covered strategies for identifying potential professors who could serve on their advisory committee, as well as assessing the level of peer support and competition within each program. Dr. Lentz stressed the importance of making a strong initial contact with potential supervisors, advising students to express their interest and credentials succinctly in their first email, followed by inquiries about the professors’ availability for PhD supervision.
The workshop concluded with comprehensive guidance on the application process. Participants received tips on crafting a compelling Statement of Purpose (SOP), approaching letter writers for recommendations, and preparing a strong CV with writing samples. A detailed application timeline was provided, outlining key steps from initial outreach in August to beginning the visa process in April. The interactive sessions included practical exercises to help students identify suitable programs, draft introductory emails, and outline their SOPs.
Additionally, securing your own funding for a PhD, such as through the LPDP scholarship from the Indonesian government, can significantly enhance your chances of being accepted into US universities, as it reduces their financial burden. However, most PhD programs in the US offer financial assistance through departmental funding, although the specifics can vary from one state to another. Therefore, it is crucial to focus on understanding the application process and building connections with potential advisors to increase your chances of success in pursuing graduate studies in the US.
Apr 30, 2024 | event
Otonomi dan Pemberontakan di Perbatasan China-Myanmar:
Aspirasi Politik Kudeta dan Konflik di Myanmar dan Implikasinya bagi ASEAN.
Depok, 30 April 2024, Departemen Hubungan Internasional menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku sebagai bagian dari IR-UI Monthly Discussion edisi April membahas isu otonomi dan pemberontakan yang terjadi di perbatasan China-Myanmar akibat konflik Rohingnya. Pada perbincangan bulanan IR-UI yang berlangsung luring di Perpustakaan Miriam Budiardjo (MBRC) Kampus FISIP UI. Puluhan peserta dari berbagai latar program studi menghadiri kegiatan dengan fokus utama tertuju pada buku terbaru yang mengulas fenomena otonomi pemberontak di Myanmar pasca kudeta oleh peneliti asli Singapura-Andrew Ong. Dalam buku berjudul “Stalemate: Otonomi dan Pemberontakan di Perbatasan China-Myanmar”, penulisnya, yang merupakan seorang peneliti lulusan Harvard tersebut menelaah secara mendalam kasus Tentara Negara Bersatu Wa (USWA) yang beranggotakan 30.000 orang di perbatasan Myanmar-China. Penelitian etnografi ini mengungkapkan bagaimana otonomi yang beragam di wilayah pinggiran Myanmar telah mengubah tatanan politik pasca-kudeta dan menimbulkan pertanyaan tentang integritas negara tersebut.
Kegiatan bedah buku ini dimoderatori oleh Nida Rubini, peneliti muda di Departemen Hubungan Internasional yang memandu kegiatan bedah buku dengan terlebih dahulu mendengarkan paparan dari Andrew Ong terhadap karya tulisnya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi yang hadiri oleh dua ahli yakni Ali A. Wibisono, Ph.D. – Dosen Hubungan Internasional UI dan peneliti Habibie Research Center UI, Patrick Kurniawan, Ph.D. Dalam diskusi bedah buku ini peserta berkesempatan untuk mendengarkan rangkuman dari kasus-kasus dan cerita penting yang disajikan dalam buku tersebut. Salah satu poin utama yang diangkat adalah bagaimana otonomi pemberontak di pegunungan tidak hanya tentang pertahanan terhadap negara dataran rendah, tetapi juga merupakan hubungan relasional yang dipertahankan melalui pengelolaan politik dan aliran modal serta orang-orang ke daerah pegunungan. Diskusi ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika politik di Myanmar dan implikasinya terhadap masa depan politik negara tersebut. Selain juga potensi implikasi bagi keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara/ASEAN.
Buku ini bukan hanya merupakan analisis mendalam tentang kenyataan politik di Myanmar, tetapi juga menawarkan refleksi yang penting tentang berbagai visi otonomi oleh kelompok bersenjata yang berbeda di negara tersebut. Dengan menggunakan kasus konkret dari Tentara Negara Bersatu Wa, buku ini menjadi panduan yang penting untuk memahami kompleksitas politik di wilayah pinggiran Myanmar dan memberikan kontribusi yang berharga bagi studi hubungan internasional dan politik komparatif. Kegiatan beda buku ditutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta yang diharapkan dapat menjadi media dalam mendorong kolaborasi lebih lanjut di masa dengan antara civitas akademika FISIP UI dengan peneliti luar berkaitan dengan isu HAM, konflik, dan Myanmar kedepannya. Untuk informasi lebih lanjut tentang buku ini dan diskusi bulanan IR-UI, harap hubungi panitia acara melalui kontak pers yang tertera di bawah ini.