Selama tiga minggu, dari 27 Juni hingga 18 Juli 2026, Departemen Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia menjadi tuan rumah program Advanced Area Studies 2026 — sebuah program riset lapangan yang diselenggarakan oleh Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang. Program ini mengajak mahasiswa untuk mengkaji secara langsung isu-isu sosial nyata di suatu kawasan, mulai dari isu lingkungan, kebencanaan, hingga hak asasi manusia, dan pada tahun ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu lokasi kajian.
Lima mahasiswa APU — Hayashi Seira, Kuriya Akinori, Takamatsu Fu, Tanaka Miyu, dan Yoshinaga Ayano — mengikuti program ini, didampingi oleh enam mahasiswa “buddy” dari Departemen HI UI. Kedatangan mereka pada 27 Juni 2026 menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang memadukan sesi kelas, kunjungan budaya, dan praktik riset lapangan.
Pembukaan dan Sesi Kelas Lintas Budaya
Program dibuka secara resmi pada 29 Juni 2026 di Auditorium Anak Nusantara FISIP UI oleh Sekretaris Departemen Hubungan Internasional UI, dilanjutkan dengan sesi kelas pertama bertajuk “Japan–Indonesia Cultural Connection” bersama Aldry Drajat. Dalam sepekan berikutnya, mahasiswa mengikuti serangkaian diskusi kelas lintas isu bersama sejumlah pengajar Departemen HI UI, mencakup “Civil Society and Security Sector in Indonesia” (Chaula Rininta Anindya), “Climate Crisis and Indonesia’s Response” (Gracia Paramitha), “Indonesia as Archipelagic Nation” (Muhammad Arif), hingga “Indonesia and ASEAN” (Dwi Ardhanariswari Sundrijo). Rangkaian sesi kelas ditutup dengan diskusi pemutaran film Ignited bersama Riri Royanto.
Field Trip dan Eksplorasi Budaya
Selain sesi kelas, peserta juga diajak menyelami budaya Indonesia melalui field trip ke Bandung pada 3 Juli 2026, di mana mereka membuat kerajinan benang, meracik parfum, dan menyaksikan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo. Dua hari berselang, kunjungan ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta menjadi kesempatan bagi mahasiswa APU untuk merasakan langsung dinamika ibu kota sekaligus menelusuri sejarah Indonesia dari sudut pandang baru.
Praktik Riset Lapangan di Organisasi Non-Pemerintah
Memasuki dua minggu terakhir program, dari 6 hingga 18 Juli 2026, mahasiswa melakukan praktik riset lapangan dengan mengunjungi dan mewawancarai sejumlah organisasi non-pemerintah di Jakarta, termasuk WWF-Indonesia, Plan International Indonesia, Global Peace Foundation (GPF) Indonesia, dan Urban and Regional Development Institute (URDI). Kegiatan ini menjadi inti dari pendekatan Advanced Area Studies, yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan untuk memahami isu-isu sosial Indonesia secara lebih mendalam.
Penutupan yang Berkesan
Program resmi ditutup pada 17 Juli 2026 melalui upacara penutupan yang berlangsung di tepi Danau Kenanga, Universitas Indonesia — menjadi penutup yang berkesan bagi tiga minggu penuh riset, diskusi, dan pertukaran budaya antara mahasiswa Indonesia dan Jepang.
Advanced Area Studies 2026 menjadi salah satu wujud nyata kerja sama internasional Departemen Hubungan Internasional FISIP UI dengan Ritsumeikan Asia Pacific University, sekaligus memperkuat posisi Universitas Indonesia sebagai mitra strategis dalam program riset lapangan dan pertukaran akademik lintas negara. Melalui program semacam ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif akademik baru, tetapi juga membangun jejaring dan pemahaman lintas budaya yang bermanfaat bagi studi hubungan internasional mereka ke depan.
