Depok, 21 April 2026 — Kegiatan IR Youth Talks yang diselenggarakan di Auditorium Suwantji, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, menghadirkan diskusi akademik mengenai dinamika geopolitik global dan implikasinya bagi Indonesia. Acara ini merupakan serial diskusi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) Chapter Jabodetabek dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI menjadi tuan rumah seri pertama. Diskusi ini menghadirkan Brigjen TNI Aloysius Nugroho Santoso, Direktur Kajian Ideologi dan Politik, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dan Broto Wardoyo, Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, serta dimoderatori oleh Anggy Pasaribu.

Dalam paparannya, Brigjen Aloysius menekankan bahwa dinamika geopolitik global memiliki keterkaitan erat dengan perubahan domestik di Indonesia. Dia menjelaskan bahwa berbagai peristiwa global, mulai dari krisis finansial Asia 1997 hingga pandemi COVID-19, menunjukkan bagaimana guncangan eksternal dapat memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi nasional. Dalam konteks kontemporer, meningkatnya kompetisi negara besar dan konflik global turut mendorong fragmentasi ekonomi dan politik yang berdampak langsung pada ruang kebijakan nasional. Lebih lanjut, dia menyoroti posisi Indonesia sebagai “swing state” di tengah kompetisi global. Dengan modalitas strategis yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang untuk memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kawasan. Namun, posisi tersebut juga diiringi oleh kerentanan geostrategis sehingga diperlukan penguatan ketahanan nasional melalui pendekatan komprehensif yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan keamanan.

Sementara itu, Broto Wardoyo mengajak peserta untuk memahami dinamika global sebagai sistem yang kompleks dan saling terhubung. Dia menekankan bahwa dunia saat ini ditandai oleh transisi kekuatan global, fragmentasi, serta meningkatnya risiko konflik antarnegara. Dalam situasi tersebut, pemahaman terhadap risiko perlu dilakukan secara berlapis, mulai dari level global, regional, hingga nasional, guna merumuskan respons kebijakan yang adaptif. Dia juga memperkenalkan konsep “resilience-based hedging” sebagai pendekatan strategis bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Strategi ini menggabungkan fleksibilitas dalam hubungan eksternal dengan penguatan kapasitas domestik sehingga negara tidak hanya mampu mengelola pilihan strategis, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap dampak krisis global.

Diskusi ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen di Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI dan kampus-kampus anggota AIHII Chapter Jabodetabek lain. Kegiatan ini menegaskan pentingnya ruang dialog akademik dalam memperkuat pemahaman generasi muda terhadap dinamika geopolitik serta mendorong kontribusi mereka dalam merespons tantangan global secara kritis dan berbasis pengetahuan.

Accessibility