Kebijakan Luar Negeri Yudhoyono: Apakah Indonesia menjadi Kekuatan Baru?

image

13b.Yudhoyono’s Foreign Policy

  • Penulis: Evi Fitriani
  • Tahun Terbit: 2015
  • Editor: Edward Aspinall, Marcus Mietzner and Dirk Tomsa
  • Judul Buku: The Yudhoyono Presidency: Indonesia’s Decade of Stability and Stagnation
  • Tempat Publikasi: Singapura
  • Penerbit: Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS)
  • Bahasa: Inggris
  • Deskripsi Singkat:

Bab ini bertujuan untuk menilai apakah Indonesia menjadi suatu kekuatan yang sedang bangkit dan menganalisis peran Presiden Yudhoyono dalam membentuk kebijakan luar negeri Indoensia dalam sepuluh tahun kepemimpinannya, dengan mempertimbangkan suatu paradoks. Di satu sisi, reputasi internasional Indonesia yang semakin berkembang sering dirujuk pada keberhasilannya dalam proses demokratisasi dan citranya sebagai contoh demokrasi Muslim (Acharya 2014). Namun di sisi lain, baik media maupun pengamat akademis politik domestik Indonesia telah banyak mempertanyakan apakah Indonesia layak mendapatkan pujian tersebut (Harsono 2012). Pada bab ini penulis berargumen bahwa paradoks ini dapat mulai dijelaskan melalui pendekatan kebijakan luar negeri Yudhoyono. Kepribadian presiden memainkan peran yang signifikan dalam membentuk pendekatan terhadap urusan luar negeri, terutama pada masa kepemimpinan kedua dimana ia menciptakan naratif keberhasilan demokrasi Muslim. Dengan menggunakan naratif tersebut, Yudhoyono membawa Indonesia ke dunia internasional dengan citra yang telah diperbaiki. Mungkin cukup prematur untuk menyimpulkannya, namun mungkin perubahan ini menjadikan Indonesia suatu kekuatan yang sedang bangkit.