Kuliah Tamu: Peran NIIS dalam Konflik Internal Suriah dan Irak

image
On Friday, October 30 th, 2015 · 3:35 am. In

Pada hari Rabu, 8 Oktober 2014 Program Sarjana Reguler Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Perkembangan Terkini di Timur Tengah: Peran NIIS dalam Konflik Internal di Suriah dan Irak” Kuliah Tamu ini menghadirkan Trias Kuncahyono, Wakil Pimpinan Redaksi Harian Kompas.

Kegiatan Kuliah Tamu ini membahas mengenai perkembangan fenomena NIIS di kawasan Timur Tengah (khususnya Iran dan Suriah), dan persebarannya ke negara-negara berpenduduk Muslim lainnya. Kuliah ini dilaksanakan dalam format diskusi agar para peserta kuliah memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan interaksi dengan narasumber. Salah satu hal yang paling menarik perhatian mahasiswa mengenai topik ini adalah bagaimana organisasi NIIS dapat terbentuk. Kegiatan diskusi ini dipandu oleh Broto Wardoyo, MA yang merupakan Pengajar mata kuliah Dinamika Kawasan Timur Tengah di Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI.

Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) sendiri berawal dari sebuah organisasi bernama Jamaat Al-Tawhin w’al-Jihad yang dibentuk oleh Abu Musab dan Al-Zarqawu setelah invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003. Organisasi tersebut mengalami perubahan nama sebagai bagian dari Al-Qaeda. Tetapi pasca tewasnya Zarqawi pada tahun 2006, organisasi ini bertransformasi sebagai Islamic State of Iraq (ISI), yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi. Selain menjalankan aksi serangan terhadap golongan Syiah di Irak, Organisasi ini juga memperluas wilayah operasinya ke Suriah dan mengubah ISI menjadi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS atau dikenal dengan NIIS dalam bahasa Indonesia). Perluasan wilayah operasi ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa Bashar al-Assad beserta kelompoknya berasal dari golongan Alawi yang merupakan sub-sekte dari Syiah. Baghdadi pun memprokamasikan diri sebagai khalifah, dan menyatakan ambisinya secara public untuk memperluas cakupan ISIS dari Negara Teluk hingga ke Mediterania.

Pada saat ini, pengaruh NIIS bahkan telah masuk ke Indonesia. Selama beberapa bulan terakhir, dukungan bagi NIIS mulai bermunculan dari berbagai golongan. Gerakan NIIS bahkan masuk ke lingkungan perguruan tinggi, dan berhasil menjaring simpatisan pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu, NIIS menjadi salah satu topik hangat yang dibicarakan di berbagai media Indonesia.

Kuliah ini memberikan informasi dan pemahaman yang komprehensif agar para mahasiswa dapat memahami seluk beluk pembentukan dan perkembangan ISIS, serta memiliki pemikiran kritis terhadap isu yang tengah berkembang ini.